
Sedan — Kelas Riset MA Riyadlotut Thalabah Sedan berhasil menerbitkan majalah digital bertajuk Al-Hasanah. Penerbitan ini menjadi momentum penting karena majalah tersebut kembali hadir setelah cukup lama mengalami kevakuman. Peluncuran majalah digital tersebut dilakukan secara seremonial pada Ahad (8/3) bersamaan dengan kegiatan Gebyar Ramadhan yang digelar di lingkungan madrasah.
Majalah digital Al-Hasanah merupakan hasil kerja kolaboratif peserta didik kelas riset, khususnya kelas X.2 dan X.3. Kedua kelas tersebut berperan dalam proses penyusunan konten, desain tata letak, hingga pengelolaan redaksi majalah.
Dalam proses pembuatannya, para siswa didampingi oleh dua guru pembimbing, yaitu Meita Prihastuty Ningsih, S.Pd. dan Nafisatun Nurroh, S.Hum. Keduanya secara intens melakukan koordinasi serta memberikan arahan kepada peserta didik selama proses produksi majalah.
Nafisatun Nurroh menjelaskan bahwa majalah digital kelas riset tidak sekadar memindahkan teks ke media digital, tetapi menjadi bagian dari strategi pembelajaran saintifik yang lebih modern.
“Majalah digital ini bukan hanya sekadar memindahkan teks ke layar, melainkan sebuah strategi saintifik yang modern. Siswa mengubah laporan atau data yang diperoleh di lapangan menjadi konten yang interaktif dan komunikatif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa majalah tersebut juga berfungsi sebagai etalase hasil riset siswa yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
“Majalah digital ini juga menjadi etalase hasil riset siswa yang bisa diakses oleh publik, sehingga tidak hanya kita saja yang mengetahuinya. Pembuatan majalah ini merupakan integrasi antara dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Informatika. Keduanya harus berjalan seimbang agar proses pembuatan majalah dapat terselesaikan dengan baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan mekanisme pembuatan majalah digital yang dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah pra-produksi, yaitu menentukan tema besar majalah, memilih hasil riset yang akan dijadikan artikel utama (headline), serta menentukan rubrik-rubrik yang akan dimasukkan.
Tahap kedua adalah redaksi, di mana siswa melakukan penyuntingan mandiri (self-editing) dari laporan riset formal menjadi artikel populer dengan tetap dalam pengawasan guru.
Tahap ketiga adalah desain dan layout, yakni proses penyusunan tata letak majalah, pemilihan tipografi, serta pembuatan infografis pendukung yang juga dipantau oleh guru Informatika.
Tahap terakhir adalah finalisasi, yaitu pengecekan kembali seluruh artikel dan desain setiap rubrik sebelum akhirnya dikonversi menjadi format digital interaktif berupa flipbook.
Dalam proses produksi, siswa memanfaatkan beberapa aplikasi yang relatif mudah diakses. Penulisan konten dilakukan menggunakan Microsoft Word, desain grafis menggunakan Canva, sementara efek majalah digital interaktif dibuat melalui platform Heyzine.
“Majalah ini kami rancang agar memiliki nilai yang maksimal namun tetap ramah bagi siswa dalam proses pembuatannya,” pungkasnya.
Ia berharap majalah digital Al-Hasanah dapat terus berlanjut di masa mendatang serta menghadirkan inovasi-inovasi baru yang lebih positif. Selain itu, majalah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi adik kelas dalam melihat dan mempelajari hasil riset siswa secara digital.
Sementara itu, para siswa kelas riset juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama proses pembuatan majalah digital tersebut.
Damar Rizki Adi, peserta didik kelas X.2, mengatakan bahwa majalah digital menjadi media untuk menampilkan hasil penelitian atau karya siswa dalam bentuk yang lebih menarik.
“Di dalamnya biasanya terdapat artikel, laporan penelitian sederhana, gambar, serta informasi lain yang berkaitan dengan topik yang kami teliti. Pengalaman ini cukup menarik karena saya bisa belajar menulis, mencari informasi, dan bekerja sama dengan teman,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut membuatnya belajar menggunakan berbagai aplikasi untuk menyusun desain majalah agar terlihat menarik dan mudah dibaca.
Hal senada disampaikan oleh Nabil, siswa kelas X.3. Menurutnya, pembuatan majalah digital mampu meningkatkan kemampuan menulis, berpikir kritis, serta kreativitas siswa.
“Membuat majalah digital juga membantu meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan hasil penelitian atau ide yang dimiliki,” jelasnya.
Nabil menjelaskan bahwa proses yang ia lakukan dimulai dari menentukan topik penelitian, mencari informasi, melakukan pengamatan sederhana, hingga menuliskan hasilnya dalam bentuk artikel.
“Setelah artikel selesai, saya menambahkan gambar yang sesuai dan menyusunnya dalam format majalah digital,” katanya.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat membantu dalam memahami proses penelitian dan penulisan ilmiah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mencari sumber informasi, menyusun data, serta menuliskan hasilnya secara terstruktur agar mudah dipahami oleh pembaca.
Dengan terbitnya majalah digital Al-Hasanah, kelas riset MA Riyadlotut Thalabah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi, riset, serta pemanfaatan teknologi digital di lingkungan madrasah. (NL)
berikut Link Majalahnya:
Kelas X.2
https://heyzine.com/flip-book/a10af98633.html
Kelas X.3
https://heyzine.com/flip-book/b35d877c02.html







