
Sedan – Pengurus Majelis Permusyawaratan Siswa (MPS), OSIS, dan Pramuka MA Riyadlotut Thalabah Sedan periode 2024/2025 akan segera memasuki masa purna tugas. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Akhir Tahun (Musat) pada Kamis (4/9) di Gedung Al-Munawir IVF.
Musat menjadi forum tertinggi bagi organisasi siswa di lingkungan MA Riyadlotut Thalabah. Agenda ini berfokus pada penyampaian laporan program kerja selama satu tahun, evaluasi kegiatan, sekaligus penentuan calon pemimpin organisasi untuk periode berikutnya.
Ketua panitia, Ibnu Sal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masing-masing ketua organisasi akan memaparkan laporan kegiatan selama satu tahun.
“Forum musat ini merupakan rapat tertinggi dari organisasi yang ada di MA Riyadlotut Thalabah Sedan. Selain untuk menyampaikan laporan kegiatan, forum ini juga akan menentukan calon pemimpin organisasi MPS, OSIS, dan Pramuka untuk periode ke depan,” jelasnya.
Ibnu juga memohon doa restu kepada kepala madrasah serta bapak/ibu guru yang hadir agar kegiatan berjalan lancar dan melahirkan calon pemimpin organisasi yang berkualitas.
Musat tahun ini mengusung tema “Tajam dalam Mengevaluasi, Adil dalam Menyikapi: Meneguhkan Integritas Organisasi, Membentuk Karakter dan Loyalitas Sejati.” Tema tersebut dinilai memberikan ketegasan terhadap arah kemajuan organisasi di MA Riyadlotut Thalabah.
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala MA Riyadlotut Thalabah, Drs. Anshori, M.Si., menyampaikan pentingnya evaluasi program kerja setiap organisasi. Menurutnya, kegiatan ini juga memiliki kaitan dengan mata pelajaran Pengembangan Sosial Keagamaan (PSA) yang diajarkan di madrasah.
“PSA ini harus sejalan dengan keagamaan kita semua, dalam hal membuat rencana kegiatan-kegiatan yang akan direalisasikan nanti ketika hidup bermasyarakat,” ujarnya.
Anshori menegaskan, pengalaman berorganisasi di madrasah akan menjadi bekal berharga bagi peserta didik ketika terjun ke masyarakat. Melalui organisasi, siswa dilatih untuk berani tampil, menyampaikan gagasan, sekaligus menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Peserta didik harus dapat membaca situasi ketika berada di tempat manapun, dan menjadikan wadah organisasi untuk menyampaikan ide atau gagasan demi kualitas program-program yang akan disusun,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan Musat dapat menjadi inspirasi, memperluas wawasan, serta membangun sikap kekeluargaan dalam berdiskusi. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh siswa selama berorganisasi dapat menjadi bekal nyata dalam kehidupan bermasyarakat. (NL)



